PENS dipilih menjadi salah satu lokasi seleksi wawancara Program Industry-Academia Collaboration Indonesia-Taiwan 2018. Bertempat di auditorium gedung pascasarjana, 143 peserta dari 10 politeknik hadir untuk mengikuti seleksi. Sementara itu, 13 orang yang mewawancarai berasal dari beberapa universitas Taiwan, yakni Hsing Wu University, Lunghwa University of Science and Technology, Cheng Shiu University, Ming Hsin University of Science and Technology, dan Chien Hsin University of Science and Technology.

Program ini merupakan kerjasama Kemenristekdikti dengan Taiwan, diperuntukkan bagi lulusan D3 yang ingin melanjutkan belajarnya. “Namanya program 2+i, artinya peserta akan melanjutkan belajar selama dua tahun dan menjalankan internship di industri Taiwan,” jelas Dr. Zainal Arief.  Para peserta akan mendapatkan tambahan materi pembelajaran sejumlah 72 SKS dan juga pengalaman bekerja di industri. Sehingga setelah lulus mereka akan mendapatkan gelar sarjana. “Kesempatan seperti ini akan menambah wawasan dan pengalaman mereka. Khususnya mengenai bagaimana kehidupan sosial di negara lain. Semoga banyak mahasiswa PENS yang lolos dan bisa menjaga prestasinya saat kuliah dan magang di Taiwan,” pungkasnya.

Seleksi wawancara diadakan di empat kota, yakni Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar. Prof. Joseph Tan, salah satu perwakilan dari Hsing Wu University mengatakan bahwa beberapa aspek yang dinilai dalam seleksi ini yakni kompetensi, penguaasaan bahasa Inggris, dan etika. “Ada beberapa aspek yang tidak bisa kami nilai hanya melalui e-mail. Jadi, ini adalah kesempatan bagus untuk bertemu langsung dengan para peserta. Melalui wawancara ini kami akan bisa mengetahui bagaimana kemampuan dan etika mereka,” jelasnya.

(hum/riz)