Surabaya, pens.ac.id – Sebagai salah satu wadah kegiatan mahasiswa muslim, Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kembali menggelar kegiatan bertajuk Muslimah Fun Day (MFD) 2018. Mengusung tema “Being an Intelligent Muslimah” kegiatan MFD berbentuk sebuah seminar kemuslimahan yang dibuka untuk umum. Bertempat di Mini Theater Gedung Pascasarjana PENS, kegiatan ini bertujuan mengajak muslimah menyikapi tentang bagaimana kewajiban mereka yang sebenarnya.

Dimulai sejak pukul 09.00 WIB kegiatan dihadiri oleh 28 muslimah dari dalam dan luar PENS. Merupakan kegiatan tahunan, MFD kali ini menghadirkan dua pemateri yang akan membahas materi yang berbeda. Materi pertama bertajuk Feminisme dalam Pandangan Islam disampaikan oleh seorang psikolog sekaligus founder Positive Class dan Cafe Psikologi yakni Dian Fitriaswaty, M.Psi. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, Dian mengajak muslimah yang hadir untuk sadar bahwa islam sangat menjunjung tinggi kemuliaan seorang wanita. “Feminisme dalam islam bukan hanya tentang kebebasan, tapi tentang kemuliaan,” ungkapnya.

Usai pemaparan materi pertama, seluruh peserta kembali mendapat pemaparan mengenai peran muslimah untuk menjadi generasi milenial yang disampaikan oleh Farah Qoonita. Farah adalah Founder dan Marketing Communication Kanan Studio, Founder Teh Jasmine Unpad, sekaligus seorang desainer grafis. Tidak hanya menyampaikan materi mengenai peran muslimah sebagai generasi milenial, sosok Farah merupakan salah satu cerminan seorang generasi milenial yang bermanfaat bagi orang lain melalui berbagai media yang ia gunakan..

Sesi tanya jawab menjadi penutup pada kegiatan MFD kali ini. “Seminar ini diharapkan bisa membekali muslimah untuk lebih bijak dalam bersosial media dan menyikapi tentang bagaimana sebenarnya seorang muslimah,” ungkap ketua pelaksana, Ratih Indria Sari. Ia pun berharap bahwa kedepannya media sosial dapat digunakan sebagai ajang muslimah dalam berdakwah dan menyebarkan kebaikan. (tts)

wpChatIcon
EnglishIndonesian