Surabaya, pens.ac.id – Serangkaian kegiatan  terus dilakukan dalam rangka menyambut hari jadi atau Dies Natalis Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ke-30. Pada Jumat (20/7), telah usai diselenggarakan kegiatan bertajuk “Sinau Bareng Cak Nun & Kyai Kanjeng”. Tidak hanya civitas akademika PENS, masyarakat umum pun turut membanjiri Lapangan Merah Gedung D3 PENS untuk menyaksikan kegiatan ini.

Walaupun dimulai pada pukul 20.00 WIB, kerumunan hadirin sudah nampak sejak sore hari. Menghadirkan intelek kondang yakni Emha Ainun Nadjib atau yang kerap disapa Cak Nun, kegiatan ini mengangkat tema “Budaya Inovasi dan Inovasi Budaya”.  “Manusia mempunyai kecerdasan alamiah untuk terus berinovasi. Dalam berinovasi, kita harus mempertimbangkan banyak aspek, seperti buyada dan agama supaya dapat memberi kebaikan atau mudharat ke masyarakat,” tuturnya.

Jajaran pimpinan PENS, mulai dari Direktur hingga Wakil Direktur juga turut hadir dalam tausyiah yang berkonsep diskusi ini. Menariknya, hadir pula Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang juga merupakan mantan Direktur PENS pada tahun 1997. Alunan musik dengan lagu-lagu islami yang dibawakan oleh tim musik Kyai Kanjeng semakin memeriahkan kegiatan ini.

Euforia dari para hadirin tidak padam walaupun waktu semakin larut. “Kegiatannya sangat menarik, apalagi Cak Nun sudah terkenal dimana-mana terutama di kalangan mahasiswa. Acaranya di PENS sudah bagus, tertib, terus juga meriah dan seru”, ujar Julaikha Nur Sita, seorang mahasiswi dari Universitas Brawijaya yang meluangkan waktunya untuk hadir dalam kegiatan ini. Dengan dihadirkannya Cak Nun untuk menyemarakkan Dies Natalis PENS yang ke-30 ini, diharapkan mampu membuka wawasan para mahasiswa agar terus berinovasi tidak hanya demi materi, namun juga berinovasi demi kemaslahatan masyarakat Indonesia. (res/mus)

wpChatIcon
EnglishIndonesian