Surabaya, pens.ac.id – Penerimaan mahasiswa baru tengah dilakukan oleh Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Terdapat tiga jalur masuk yang dapat diikuti oleh para pelajar maupun lulusan sekolah menengah yang ingin melanjutkan studi di PENS. Sabtu (2/6), usai digelar satu dari ketiga jalur masuk tersebut, yakni Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN). Dilaksanakan serentak di seluruh politeknik di Indonesia, terdapat peningkatan drastis dalam jumlah pendaftar UMPN PENS tahun ini, yakni sebanyak 3620 pendaftar.

Para peserta ujian terlihat memadati area Kampus PENS sejak pagi hari. Ujian dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan durasi 150 menit. Seperti tahun-tahun sebelumnya, UMPN PENS mengujikan empat materi yakni Matematika, Fisika, Bahasa Indonesia, serta Bahasa Inggris. “Untuk soal ujiannya ada yang mudah ada yang susah. Nggak dijawab semua karena, kan, juga ada nilai minusnya. Jadi cuma jawab yang bener-bener yakin saja,” ucap salah satu peserta ujian asal MAN Sidoarjo, Maulidya Yuni Priantika.

Selain empat materi tersebut, terdapat tes bakat artistik bagi mereka yang mendaftar Program Studi Multimedia Broadcasting. Tes bakat artistik ini dilaksanakan tepusat di Gedung Pascasarjana PENS, yakni Ruang Auditorium, Minitheater, serta Ruang Kelas di Lantai 11. Berlangsung setelah tes tulis keempat mata pelajaran, tes ini berakhir pada pukul 12.30 WIB.

Tahun ini, PENS akan menerima sebanyak total 750 mahasiswa baru dari tiga jalur masuk, yakni PMDK-PN, UMPN, dan juga SIMANDIRI. Skema penerimaan mahasiswa baru PENS adalah 40% dari jalur PMDK PN, 40% dari jalur UMPN, dan 20% dari jalur SIMANDIRI. “Kuota yang akan diterima adalah 40% dari total kuota kita, jadi sekitar 300 peserta yang akan diterima dari UMPN ini,” tutur Dr. Zainal Arief, S.T., M.T. selaku Direktur PENS.

Jumlah peserta UMPN PENS tahun ini meningkat cukup signifikan dari tahun lalu,  yakni dari sekitar 2900 menjadi 3620 pendaftar. Banyaknya pendaftar tentunya memerlukan persiapan yang lebih dari pihak Kampus PENS, seperti pengaturan ruang tes yang pastinya juga memperhatikan kenyamanan dan keamanan para peserta. “Tentunya saya berharap semoga dari tes ini kita bisa mendapatkan yang terbaik, karena persaingan juga cukup ketat. Yang lolos adalah yang terbaik, kira-kira perbandingannya 1:10,” imbuh Zainal. (res/ani)