Kini banyak sekali LBB (Lembaga Bimbingan Belajar) yang bermunculan dengan tujuan membantu para pelajar dari SD hingga SMU dalam mencari ilmu. Seiring dengan banyaknya cabang LBB yang didirikan maka semakin banyak pula persaingan dalam memikat konsumen (pelajar), salah satu faktornya adalah lokasi cabang yang tepat dan strategis. Kadangkala LBB kurang memperhatikan pola penyebaran konsumen sehingga cabang baru yang dibuka tidak seramai cabang utama dari LBB tersebut.
Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem informasi yang mampu memvisualisasikan pola penyebaran konsumen untuk dapat diketahui dan dianalisa, sedangkan Analytic Hierarchy Processing (AHP) adalah metode yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dengan multi kriteria dan multi alternatif. Kriteria yang dapat digunakan antara lain jarak dengan jalan raya, jarak dengan lokasi perumahan, jumlah sekolah terdekat, dan ada atu tidaknya cabang LBB di daerah tersebut.
Dengan visualisasi penyebaran konsumen LBB menggunakan GIS serta ditambahkan metode AHP dapat menentukan rekomendasi lokasi cabang yang akan dibuka selanjutnya. Penentuan hierarki, kriteria serta ranking prioritas yang diberikan dapat mempengaruhi hasil rekomendasi lokasi cabang yang baru.