LMDS (Local Multipoint Distribution Service) adalah
teknologi Broadband Wireless Access yang menggunakan sinyal
microwave yang beroperasi antara 20 – 40 GHz. Di Indonesia
penggunaan frekuensi Ku-band memerlukan pengkajian yang cermat,
karena frekuensi di atas 10 GHz rentan terhadap hujan, terlebih hujan
lebat yang sering melanda Indonesia. Selain itu, semakin besar frekuensi
yang digunakan maka redaman yang disebabkan oleh hujan akan
semakin besar pula. Sehingga perlu diadakan pengukuran curah hujan
untuk menentukan redaman hujan khususnya di daerah Surabaya Dalam
tugas akhir ini dilakukan pengukuran intensitas curah hujan di lingkugan
kampus PENS dengan menggunakan alat ukur hujan yaitu rain gauge.
Pengukuran ini dilakukan dengan waktu sampling 60 detik. Selain itu,
diperlukan data kecepatan angin yang diperoleh dari Badan Meteorologi
dan Geofisika Juanda Surabaya. Dengan dua data tersebut, dihitung
redaman hujan dengan metode synthetic storm technique (SST). dan
hasil dari redaman hujan dianalisa sehingga didapatkan distribusi
redaman hujan. Dalam perhitungan redaman hujan dengan metode
synthetic storm arah angin harus diperhitungkan karena berpengaruh
terhadap besarnya redaman hujan. Distribusi redaman hujan pada
metode synthetic storm jika dibandingan dengan distribusi redaman
hujan pada metode ITU-R hasilnya berdekatan dengan panjang link
yang pendek (maksimum 2 Km) dan pada probabilitas redaman hujan
yang lebih besar dari A0.01% distribusi redaman hujan yang dihasilkan
dengan metode synthetic storm hasilnya lebih besar dari distribusi
redaman hujan yang dihasilkan dengan metode ITU-R. Distribusi
redaman hujan yang dihasilkan dapat digunakan untuk menghitung
perkiraan link availability pada system komunikasi radio

Kata kunci : intensitas curah hujan, redaman hujan, synthetic storm technique