Mencocokan pola atau signature adalah metode yang paling umum untuk mendeteksi serangan dan ini berarti IDS harus mampu mengenali setiap teknik serangan. IDS memiliki database yang besar dengan ribuan signature yang memunkinkan IDS mencocokan signature atau pola serangan.
Respon otomatis yang biasanya dilakukan adalah memberikan alert, logging , atau mengirim email. Kelemahan respon otomatis yang umum adalah terjadinya respon terhadap false negative dan false positive. Adalah penting untuk memahami mengapa signature memicu dan mengidentifikasi true dari false positive. Pengunaan algoritma fuzzy dilandasi oleh pemikiran perlu adanya solusi terhadap nilai anggota bilangan atau membership value (MV) yang tidak hanya berorientasi pada benar atau salah, terpenuhi (MV=1) , atau tidak terpenuhi (MV=0).
Algoritma fuzzy ini nantinya akan diletakkan pada metode pembacaan signature atau pola tertentu dari suatu paket serangan yang umum. Hasil dari pengujian data real-time di jaringan dan data serangan akan didefinisikan, sehingga nantinya dengan pengunaan algoritma fuzzy ini dapat mendeteksi setiap jenis serangan baru dalam range yang lebar dan membantu mengeliminasi false positive atau false negative.