Membuka kamus adalah sebuah kemalasan, seperti halnya kemalasan membaca buku teks, ditambah pula dengan generalisasi bahwa orang Indonesia malas membaca buku walau hanya sekadar buku cerita fiksi, apalagi buku pelajaran atau buku ilmiah, terlebih jika buku tersebut berbahasa Inggris.
Kecanggihan komputasi kini sudah mempermudah urusan membuka kamus saat bekerja di depan layar monitor. Penggunaan kamus yang mudah dan dapat diakses secara cepat dari tempat mana saja melatarbelakangi pembuatan Kamus Indonesia-Inggris dengan menggunakan teknologi web service. Dengan begitu, aplikasi dapat dimanfaatkan masyarakat Indonesia secara luas tanpa harus terlebih dahulu meng-install program aplikasi tertentu.
User menginputkan kata yang akan dicari (dapat berupa kata dasar atau kata berimbuhan). Kemudian dilakukan proses stemming untuk memotong imbuhan dari kata tersebut. Selanjutnya dilakukan pencarian terhadap kata-kata berimbuhan yang memiliki kata dasar yang sama dengan yang dihasilkan dari proses stemming. Semua proses dilakukan pada webservice, yang terdiri dari 3 bagian utama, yaitu pencarian kata (fix word), pemotongan kata (stemming), dan pencarian kata yang mirip (similar word).
Sistem yang dibuat sudah mampu memenuhi kebutuhan sebagai aplikasi Kamus Indonesia – Inggris yang mampu mengolah data kata berimbuhan dengan menggunakan teknologi web service, meskipun tidak semua kata dapat dicari artinya karena keterbatasan data dan kelemahan algoritma stemming.
Kata kunci : Kamus Indonesia-Inggris, Stemming, Web Service, Fix Word, Similar Word.