Saat ini sistem pembelajaran pengenalan huruf Braille pada
penderita tuna netra masih memiliki banyak kekurangan. Salah satunya
adalah pada saat pembelajaran diperlukan peran serta seorang pengajar
yang bukan penyandang tunanetra untuk mengenalkan bentuk-bentuk
motif dari huruf braille. Seorang pengajar tersebut harus menunjukkan
dengan tepat motif apa dan huruf apa yang sedang diraba oleh penderita
tunanetra. Tentu saja hal ini sangat mempengaruhi kecepatan penderita
tunanetra untuk mempelajari huruf braille, dikarenakan penderita
tunanetra tidak dapat melakukan pembelajaran mandiri.
Untuk mengatasi masalah itu maka dibuat sebuah sistem yang
dapat menggantikan peran seorang pengajar. Dengan menggunakan
keyboard yang telah ditempeli huruf Braille. Ketika tombol ditekan
maka mikrokontroller akan membaca data suara pada SD Card melalui
komunikasi SPI. Data suara dari SD Card diolah oleh mikrokontroller
menggunakan PWM-DAC dan filter menjadi sinyal suara. Penggunaan
PWM-DAC sangat penting karena data suara yang tersimpan pada SD
Card masih dalam bentuk digital.
SD Card digunakan untuk menyimpan database suara dalam
format *.WAV. Untuk merekonstruksi sinyal digital menjadi sinyal
analog digunakan PWM (Pulse Width Modulation) dengan frekuensi
sampling 8KHz, 8bit dan mono.
Kata kunci : braille, keyboard, mikrokontroller, SD Card, SPI, PWMDAC