Serah Terima Jabatan, Simbolik Pergantian Estafet Kepemimpinan


Diterbitkan 3 minggu 4 hari yang lalu


Serah Terima Jabatan, Simbolik Pergantian Estafet Kepemimpinan
Photo By : Maulana - ENT

EEPIS Online – Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) senantiasa aktif di berbagai kegiatan baik akademik maupun non akademik. Salah satu kegiatan non akademik yang kerap menjadi perhatian adalah kegiatan beberapa organisasi mahasiswa. Selasa, (23/1) organisasi mahasiswa tertinggi di PENS yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PENS dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), telah usai melaksanakan prosesi serah terima jabatan. Serah terima jabatan ini dilakukan secara simbolik sebagai wujud pergantian estafet kepemimpinan antara kepengurusan periode 2017/2018 dengan kepengurusan periode 2018/2019.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Teater D3 ini, mengundang seluruh jajaran BEM, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan keluarga mahasiswa PENS. Dalam momentum sakral ini, turut hadir Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan yakni Ir. Anang Budikarso, MT. serta Novian Fajar Satria, S.ST., MT. selaku Kepala Pusat Minat, Bakat dan Organisasi Mahasiswa. Pada momen ini pula, Paminto Nugroho selaku Presiden BEM PENS 2017/2018, menyampaikan pidato terakhir kepemimpinannya dihadapan seluruh keluarga mahasiswa PENS. Suasana pun semakin larut, saat di akhir acara terdapat pemutaran video dokumenter kegiatan BEM PENS 2017/2018.

Kegiatan kemahasiswaan seperti organisasi, akan melatih softskill mahasiswa dan tidak didapat pada perkuliahan. "Menjadi bagian dari organisasi adalah suatu pembelajaran tersendiri. Saya harap, dengan kepemimpinan baru ini bisa melanjutkan apa yang telah diperjuangkan sebelumnya," tutur Paminto Nugroho selaku Presiden BEM PENS 2017/2018. Ia menambahkan bahwa ada tiga hal yang menjadi titik berat dalam kehidupan di PENS yakni optimal, harmoni dan kontribusi yang harus tetap dimaksimalkan agar BEM dan keluarga mahasiswa PENS menjadi lebih baik lagi.

"Saat terpilih menjadi presiden BEM, yang saya rasakan campur aduk. Saya sadar bahwa menjadi presiden BEM bukan jalan lurus yang penuh dengan tepuk tangan. Saya akan berusaha amanah sampai akhir," ujar Achmad Faiq Naufal selaku Presiden BEM PENS 2018/2019. Ia berharap, kedepannya seluruh elemen keluarga mahasiswa PENS dapat terus bergerak menuju arah yang lebih baik lagi. "Kehidupan mahasiswa semakin dinamis, jangan sampai hilang budaya di PENS. Jangan sampai hilang sopan santun dari mahasiswa," imbuhnya.(tts/meg)




Komentar

    Nama
    Email
    Komentar

    2 + 7 =