Perdana Ikuti Kompetisi Over Clocking Nasional, PENS Bawa Pulang Medali Perak


Diterbitkan 3 minggu 2 hari yang lalu


Perdana Ikuti Kompetisi Over Clocking Nasional, PENS Bawa Pulang Medali Perak
Photo By : Dokumentasi Peserta

EEPIS Online – Mengikuti kompetisi di berbagai bidang merupakan salah satu upaya mahasiswa meningkatkan potensi dan kemampuan mereka. Untuk pertama kalinya, dua mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil membawa pulang medali perak pada kompetisi overclocking tingkat nasional. Event yang bertajuk Amateur OverClocking Tournament (AOCT) Campus ini, dilaksanakan pada Rabu (20/12) di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Diselenggarakan di lima kota yakni Surabaya, Bali, Bekasi, Bandung dan Yogyakarta kompetisi ini merupakan final dari rangkaian acara Extreme PC Day Campus Roadshow 2017.

Para peserta yang bertanding dalam final AOCT kali ini, merupakan juaradari masing-masing regional. Muhammad Abdul Haq dan Muhammad Alan Nur adalah dua mahasiswa PENS yang sebelumnya telah menjuarai AOCT regional Surabaya. Bersaing dengan lima tim lain, keduanya mengaku bahwa ini adalah pengalaman perdana bagi mereka dalam bidang overclocking. Berbagai persiapan telah mereka lakukan menjelang babak final. Sebagai bentuk dukungan, PENS memfasilitasi mereka sebuah personal computer (PC) khusus yang bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan persiapan

“Tingkat kesulitan di regional sangat berbeda dengan saat di final. Saat di final aspek yang dinilai hampir selevel dengan kompetisi tingkat internasional,” tutur Muhammad Abdul Haq. Pada tingkat regional, aspek penilaian setiap tim hanya diukur dari benchmark score yang mereka miliki. Sedangkan pada babak final, ada empat variabel penilaian yang harus dilampaui oleh keenam tim. Meski sempat mengalami sedikit kendala teknis, tim PENS tetap berusaha menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan berhasil menyelesaikan kompetisi dengan baik.

“Rasa minder saat pertandingan pasti ada. Apalagi saat melihat lawan kami adalah orang-orang yang sudah berpengalaman. Tapi kami bertekad untuk berani dulu lah,” tutur Muhammad Alan Nur. Keduanya mengaku bahwa sebagian besar materi didapat dari internet dan dipraktikan secara otodidak. Kesempatan yang mereka dapat pada momen kali ini, merupakan pelajaran baru yang sangat berharga. Muhammad Abdul Haq berharap agar kedepannya lebih banyak lagi mahasiswa PENS yang mendalami bidang overclocking. “Juara overclocking tingkat internasional berasal dari Indonesia. Semoga mahasiswa PENS bisa jadi penerus,” imbuhnya. (tts/ani)

           





Komentar

    Nama
    Email
    Komentar

    2 + 6 =