Wisudawan Pertama Teknologi Game, Yulita Ayu Rengganis Lulus dengan Predikat Cumlaude


Diterbitkan 2 bulan 2 minggu yang lalu


Wisudawan Pertama Teknologi Game, Yulita Ayu Rengganis Lulus dengan Predikat Cumlaude
Photo By : Maulana - ENT

EEPIS Online – Sabtu, (30/09) telah terlaksana Wisuda ke-9 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang bertempat di Graha Sepuluh Nopember. Tahun ini PENS meluluskan 832 wisudawan yang terdiri dari 15 wisudawan Program Magister Terapan, 298 wisudawan Program Sarjana Terapan, 255 wisudawan Ahli Madya, 197 wisudawan Ahli Muda, serta 67 wisudawan Ahli Pratama. Total wisudawan yang lulus dengan predikat Cumlaude sebanyak 176 wisudawan, dan 36 orang diantaranya merupakan penerima bidikmisi.

Wisuda kali ini, tampak spesial dari wisuda sebelumnya. Pasalnya, program studi D4 Teknologi Game baru pertama kali ini meluluskan mahasiswanya. Salah satu dari wisudawan tersebut adalah Yulita Ayu Rengganis. Selain menjadi angkatan pertama yang menyelesaikan studinya, Perempuan yang akrab disapa Yulita ini juga lulus dengan IPK nyaris sempurna yakni 3,9. Predikat cumlaude pun berhasil di raihnya bersama 35 wisudawan penerima bidikmisi lainnya. Selama 8 semester yang ditempuhnya, Yulita juga tercatat sebanyak 5 kali sebagai penerima beasiswa prestasi kelas dari PENS. “Jadi angkatan pertama itu penuh perjuangan juga, kita harus benar-benar patuh terhadap perintah dosen. Dituruti saja kemana dosen akan mengarahkan kita,” tuturnya.     

Keberhasilan Yulita dalam prestasinya di bidang akademik, tak menghalanginya untuk berkiprah dalam keorganisasian di PENS. Yulita pernah aktif menjadi staf muda Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) dari Himpunan Mahasiswa Multimedia Broadcasting (HIMA MMB) yang menaungi Departemen Teknik Multimedia Kreatif (DTMK). Pada tahun selanjutnya Yulita juga menjadi Kepala Departemen PSDM HIMA MMB. Menurutnya, Dia bukan tipe mahasiswa yang selalu belajar setiap hari, justru Dia merasa bosan jika aktivitasnya hanya kuliah dan belajar. “Saya tidak ada target harus Cumlaude. Saya itu tipe yang belajar kalo ada perlunya saja. Tapi saat belajar itulah yang saya gunakan benar-benar semaksimal mungkin. Intinya saya tidak mau lagi kalau disuruh mengulang, belajar harus maksimal,” tuturnya. Yulita juga mengaku, bahwa satu-satunya motivasi terbesarnya dalam belajar adalah kedua orang tua.

Selain berhasil dalam bidang akademik dan organisasinya, Yulita juga merupakan salah satu peserta Study Exchange Batch 1 tahun 2015 ke Anan National Collage of Technology Jepang. Mendapat kesempatan selama 1 bulan di Jepang, Dia melakukan penelitian tentang mobile android dan open data. Tak hanya penelitian, ilmu lain yang didapat Yulita selama di Jepang adalah tentang kebersihan. “Selain penelitiannya, yang berkesan dari Jepang itu kebersihannya, disana itu air selokannya seperti air galon,” ungkap Yulita. Selain Student Exchange, Yulita juga pernah menghadiri konferensi internasional yaitu Annual Applied Science and Engineering Conference tahun 2017 yang berlangsung di Bandung.

Keberhasilan Yulita tentunya bukan suatu perjalanan yang mudah. Ia juga mengaku pernah berada di PENS selama 24 jam. “Waktu itu pernah beberapa kali sampai 24 jam di kampus. Mulai dari kuliah, organisasi, lalu kegiatan-kegiatan lain,” tambahnya. Namun menurut Yulita, hal seperti itu memang sudah merupakan suatu kewajiban yang harus dijalani. “PENS ini punya harta karun yang sangat banyak. Jalani saya apapun yang ada di PENS, let it flow. Dan jangan lupa, harus temukan harta karun kalian sendiri di PENS,” tegasnya. (tts/mus)  

 




Komentar

    Nama
    Email
    Komentar

    9 + 8 =