Jelang Wisuda, Mahasiswa Akhir ini Raih Juara 1 ITB Insight 2017


Diterbitkan 2 bulan 3 minggu yang lalu


Jelang Wisuda, Mahasiswa Akhir ini Raih Juara 1 ITB Insight 2017
Photo By : Dokumentasi Peserta

EEPIS Online – Prestasi yang ditorehkan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) terus bertambah. Kali ini dalam ajang ITB Insight 2017 yang berlangsung pada kemarin, Sabtu (26/8), salah satu mahasiswa PENS berhasil menjuarai ajang ini. Alfiansyah Ramadlan sebagai satu-satunya perwakilan dari PENS ini merupakan mahasiswa akhir yang akan diwisuda pada bulan September mendatang. Di semester akhirnya ini, mahasiswa yang akrab disapa Alfi ini masih berupaya menambah prestasi PENS yang telah diraih mahasiswa lainnya dengan meraih juara 1 di ajang berskala nasional ini.

Berlangsung sejak bulan April lalu, kompetisi ini memiliki tiga tahapan. Diantaranya yakni pengajuan ide dalam bentuk poster, ditahap ini peserta juga harus meng-upload poster tersebut di sosial media untuk mendapatkan like. Selanjutnya, peserta diharuskan untuk mengirimkan proposal di tahap dua ini. dan ditahap terakhir, peserta yang sudah lolos menjadi lima besar pada kategorinya inipun diundang di ITB untuk mengikuti rangkaian gand final di hadapan tim juri. Dalam ajang ini, di kategori Technovation ini peserta berasal dari jenjang perguruan inggi baik S1 ataupun diploma dengan anggota tim maupun perorangan. PENS, berhasil meloloskan satu tim yang megajukan idenya secara perorangan.

Alfiansyah Ramadlan yang merupakan mahasiswa D3 Teknik Elektro Industri ini menunjukan idenya yakni “Gerbage Transporter in Rives with Renewable Energy”. Dengan judul tersebut prototype ini di desain untuk mencegah dan menyelesaikan permasalahan sampah yang ada di sungai Kalimir Jagir, Wonokromo. Selain itu, untuk menjalankannya menggunakan energi matahari. Di tahap tiga ini Alfi bersama empat tim lainnya, diharuskan mengikuti technical meeting (25/8) dan melakukan demo alat dan presentasi (26/8) dihadapan juri yang merupakan dosen Teknik Fisika ITB. Dengan persiapan kurang lebih satu bulan untuk menyiapkan alatnya, dipenutupan serangkaian kompetisi ini almamater abu-abu berhasil dibawa Alfi merebutkan juara 1.

“Yang membuat saya tertarik mengikuti kompetisi ini ya untuk membuat alat yang dapat diimplementasikan secara nyata ke lingkungan,” ujar Alfi yang merupakan mahasiswa akhir. Dari hasil juara 1 yang diperolehnya ini, ia mendapakan sertifkat, plakat dari ITB dan sejumlah uang. Tidak hanya itu, ia juga mendapatkan piala gubernur Bandung. “Harapannya, berikan ide-ide kreatif yang kita punya untuk bangsa agar kedepannya bisa lebih baik,” tambah Alfi. (meg)




Komentar

    Nama
    Email
    Komentar

    1 + 1 =