Penjurian Terbuka dan Nonton Bareng Short Movie Competition 2017


Diterbitkan 3 bulan yang lalu


Penjurian Terbuka dan Nonton Bareng Short Movie Competition 2017
Photo By : ENT-Alga

EEPIS Online  - Masih dalam suasana serangkaian PENS Competition (PENS Comp) 2017, Rabu (17/5), telah diadakan penjurian terbuka Short Movie Competition 2017. Bertempat di Ruang Theater Gedung D3 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), acara ini turut dihadiri oleh kurang lebih 100 mahasiswa PENS. Dimulai pada jam 18.30 WIB, acara ini berlangsung dengan meriah.

Kompetisi ini ditujukan untuk masing-masing himpunan mahasiswa di PENS. Dimulai dengan pemutaran teaser dari masing-masing film mereka, menambah rasa penasaran para mahasiswa yang hadir pada saat itu. Acara dilanjutkan dengan pengundian urutan film yang akan diputar, dimana himpunan yang mendapat urutan awal maka hasil karya short movie-nya akan diputar terlebih dahulu.

Selama pemutaran film, para penonton tampak antusias dan terhibur dengan adegan-adegan yang diperankan. Setiap pemutaran film selesai, salah satu perwakilan dari himpunan mahasiswa jurusan dipersilahkan maju untuk mendapatkan penjurian dari hasil karyanya. Para juri yang turut hadir saat itu yakni Diyang Yoga Wicaksana selaku director dan film maker Kopi Production dan Aldi Bayu Kreshnanda Ismail selaku ketua EEPIS English Club periode 2015/2016.

Mereka mendapatkan banyak masukan dan penilaian dari para juri. Dimana sistem penilaian sendiri terdiri dari dua kategori yaitu 40% teknik dan 60% bahasa. Diantara judul-judul film hasil karya mereka adalah Caffeine dari HIMA ELKA, Consequence dari HIMA MMB, The Winner karya HIMA Telkom, HIMA Meka dengan karyanya Behind The Wall dan masih banyak lagi. Hasil dari penjurian sendiri akan diumumkan saat penutupan PENS Competition 2017.

Short Movie Competition merupakan salah satu ajang yang diperlombakan pada PENS Comp tahun ini. Dengan mengangkat tema Build Sportifity in Solidarity, acara ini bertujuan untuk membiasakan para mahasiswa PENS dalam menggunakan Bahasa Inggris. Selain itu, juga sebagai ajang menuangkan kreativitas dalam dunia perfilman. “Semoga dengan adanya acara ini bisa memotivasi teman-teman untuk mengembangkan Bahasa Inggrisnya, jangan jadikan itu sesuatu yang susah tapi buat dia menjadi sesuatu yang fun,” harap Nourma Dwinda Valentine selaku koordinator acara tersebut.(azf/zya)





Komentar

    Nama
    Email
    Komentar

    3 + 0 =