Berawal dari Problema Antrean, PENS Ventura Raih Thropy Juara pada UNITY 2017


Diterbitkan 4 bulan 2 minggu yang lalu


Berawal dari Problema Antrean, PENS Ventura Raih Thropy Juara pada UNITY 2017
Photo By : Dokumentasi Peserta

EEPIS Online – Serangkaian prestasi tak henti-hentinya diraih oleh mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Setelah tim robot PENS berhasil menyapu bersih predikat juara di semua divisi, tak lantas membuat para mahasiswa larut dalam euforianya. Akhir-akhir ini, terdapat beberapa pencapaian prestasi lain  yang turut disumbangkan oleh mahasiswa PENS. Salah satunya pada ajang UNITY 2017 yang diselenggarakan pada 5-6 Mei lalu.

Salah satunya adalah PENS Ventura. Tim asal PENS yang beranggotakan Fiannurdin (Teknik Komputer), Agung Pambudi (Teknik Komputer) dan Dicky Nur Laily (Teknik Informatika) berhasil membawa pulang thropy juara di ajang UNITY 2017 kategori Mobile Apps Competition. Dengan produk unggulannya Autrom V2, mengantarkan mereka hingga lolos ke tahap final dan berhasil mengalahkan 500 peserta lainnya..

Autrom V2 merupakan produk berbasis bisnis dan retail yang hanya dalam genggaman smartphone. Produk ini dibuat untuk memudahkan para pelaku transaksi ekonomi baik penjual maupun konsumen. Dengan kelebihan tersebut, kita bisa berbelanja dengan melihat daftar barang yang tersedia, promo harga serta membayarnya hanya dengan melalui ponsel pintar.

Fiannurdin, salah satu anggota tim mengaku, mereka mendapatkan ide tersebut dengan melihat problema yang terjadi disekitar mereka. “Biasanya kan mahasiswa berbelanja disebuah supermarket, karena barang-barang disana murah sehingga banyak orang yang berbelanja disana. Mereka mengeluh karena antrean di kasir yang panjang. Nah, dengan itu kita berpikir kira-kira bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasinya dan muncul lah ide kami ini,” terangnya saat ditemui di depan Ruang Workshop Teknik Komputer.

Tidak berhenti disitu, mereka juga mengimplementasikan ide mereka pada mesin kasir yang digunakan. Sehingga perusahaan tersebut bisa menganalisa barang-barang yang terjual berdasarkan data yang sudah direkap. Hal ini jelas bisa memberikan keuntungan baik bagi pihak pemilik supermarket maupun para konsumen.

Tidak hanya berkompetisi, mereka juga mengikuti sesi seminar yang menambah wawasan seputar bagaimana jika aplikasi yang mereka buat diimplementasikan di Indonesia. UNITY 2017 sendiri merupakan event IT tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Rekayasa Teknologi Universitas Negeri Yogyakarta. Diharapkan dengan kegiatan ini, mampu menjadi pemacu dalam mengembangkan, memajukan dan mengimplementasikan IPTEK karya anak bangsa. “Kita kan belajar di kampus politeknik ya, dimana kita dibekali dengan skill set. Seharusnya kita bisa menjadi seorang maker, tidak hanya membuat ide tapi juga menawarkan sebuah solusi yang bisa diimplementasikan langsung. Semoga aplikasi kita bisa bermanfaat dan diimplementasikan di supermarket ataupun toko-toko retail lainnya,” harap Fiannurdin yang merupakan mahasiswa angkatan 2014. (azf/meg)





Komentar

    Nama
    Email
    Komentar

    8 + 7 =