Raih Runner Up dalam ajang EPW 2017


Diterbitkan 8 bulan 1 minggu yang lalu


Raih Runner Up dalam ajang EPW 2017
Photo By : Dokumentasi Peserta

EEPIS Online – Prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Kali ini dalam ajangEngineering Physics Week (EPW) 2017, sebuah ajang begengsi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika, ITS. Final yang berlangsung selama dua hari yakni 4-5 Februari 2017 ini diselenggarakan di Gedung Pusat Robotika ITS dan Ruang Seminar Teknik Fisika . Lebih dari 300 tim berhasil disisihkan dan almamater PENS berhasil menduduki podium.

EPW merupakan ajang perlombaan yang diperuntukkan untuk siswa SMA/SMK sederajat dan juga mahasiswa. Dari beberapa kategori yang ada, Smart Innovation of Writing (SNOW) yakni sebuah kategori perlombaan karya tulis tingkat nasional dengan tema Sustainable Energy System For Smart City untuk tingkat mahasiswa. Seleksi yanng dimulai sejak bulan November ini memiliki tahapan diantaranya, seleksi abstrak, seleksi paper dan final. Tim yang mewakili PENS ini terbentuk oleh tiga mahasiswa angkatan 2013, yakni Wahyu Kurniawan A. (Teknik Elektronika), Moch. Ristra Mahardinata (Teknik Telekomunikasi) dan Adriel Praba Wicaksono (Teknik Telekomunikasi).

Dengan judul “DEVER : Integrated Solar Cell, Solar Tracker dan Piezoelectric Generator sebagai Sumber Energi Alternatif Stasiun Kereta Api” mereka berhasil meraih juara 2 dalam ajang EPW 2017 ini. Karya tulis tersebut merupakan sebuah ide mengenai stasiun kereta api yang menggunakan sumber energi solar sel sebagai sumber energi pengganti. Dengan ide yang dimiliki tim mengikuti kompetisi ini dengan mengirimkan abstrak. Setelah lolos seleksi abstrak bersama 300 peserta lainnya mereka diharuskan mengumpulkan paper yang tentunya dengan format penlisan karya tulis. Dari tahap ini kembali diseleksi hinga hanya ada 10 tim yang berhasil masuk ke final. Di tahap ini peserta diharuskan untuk membuat maket, poster dan melakukan presentasi. Dari hal tersebut, membuat maket merupakan tantangan tersulit dari tim ini, sebab mereka mengakui bahwa pada sebelumnya belum pernah membuat maket. Selain itu, kesulitan juga ada pada saat presentasi yakni bagaimana cara memahamkan juri yang bukan dari orang teknik elektro agar tetap mengerti bagaimana maksud dari ide tersebut.

“Kesannya, setelah kesekian kalinya mengikuti banyak lomba akhirnya pada kesempatan ini bisa membawa almamater PENS menjadi juara di kompetisi yang merupakan proker jurusan besar di ITS karena pesertanya tingkat nasional” ujar Ristra salah satu anggota tim. Dari juara 2 tersebut tim ini memperoleh reward berupa trophy, sertifikat dan juga uang pembinaan. “Harapan kedepannya semoga mahasiswa PENS dapat terus mencari ide-ide yang baru dan yang terpenting jangan pernah takut untuk mencoba,” imbuh mahasiswa Teknik Telekomunikasi tersebut. (meg)





Komentar

    Nama
    Email
    Komentar

    8 + 4 =