Asian Development Bank Kembali Percayakan Dana Hibah untuk PENS


Diterbitkan 10 bulan 1 minggu yang lalu


Asian Development Bank Kembali Percayakan Dana Hibah untuk PENS
Photo By : ENT-Arjun

EEPIS Online – Sehubungan dengan peringatan 50 tahun berdirinya Asian Development Bank (ADB) sebagai salah satu bank yang paling berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Asia, ADB kembali menjalankan program Polytechnic Education Development Project (PEDP) di Indonesia. Bersama empat perguruan tinggi lainnya, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menjadi salah satu instansi yang ditunjuk untuk menerima dana hibah pada program tersebut. Dana ini kedepannya akan digunakan untuk pengembangan Pusat Unggulan Teknologi PENS.

Ditahun sebelumnya, ADB telah memberikan dana hibah yang digunakan sebagai pembangunan dasar fasilitas untuk inkubator bisnis PENS yakni PENS Sky. Seperti di tahun sebelumnya, dana hibah kali kedua ini turut difungsikan untuk pengembangan fasilitas PENS Sky. Kedepannya seluruh ruang di lantai 3 gedung Pusat Unggulan Teknologi (PUT) PENS akan difungsikan sepenuhnya untuk slot riset teknologi PENS Sky.

Pada program PEDP ini, dilakukan serangkaian kegiatan kunjungan produk hasil riset teknologi yang diawali dengan presentasi pada gedung pasca sarjana PENS. Selanjutnya dilakukan kunjungan kegedung Pusat Unggulan Teknologi PENS dan diawali oleh demo 3D printer yang berlokasi di lantai 1. Selain itu terdapat pula karya riset mahasiswa dan dosen yang bertempat dilokasi yang sama.

Presiden ADB yakni Takehiko Nakao menyatakan bahwa pihaknya cukup kagum dengan karya hasil riset mahasiswa dan dosen PENS, sehingga beliau kembali mempercayakan dana hibah untuk kedua kalinya. Senada dengan Nakao, Prof. Intan Ahmad Ph.D selaku Direktur Jenderal Pembelajarandan Kemahasiswaan , Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi turut memberikan respon serupa. “Terus terang, amat menggembirakan bagi saya, karena contoh-contoh produk ini bisa diaplikasikan, karena yang dihasilkan adalah kombinasi produk luar dan produk sendiri namun dapat tetap diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Prof. Intan Ahmad Ph.D seusai melihat hasil karya riset puluhan tim yang tergabung dalam PENS Sky.

Kegiatan dilanjutkan dengan lomba karya produk teknologi inovasi yang digelar oleh manajemen PENS Sky. Seluruh tim yang turut bergabung oleh PENS Sky akan dinilai karyanya berdasarkan segmentasi pasar, modal bisnis, kesiapan produk dan potensi bisnis. Peringkat pertama diraih oleh Mesosfer, peringkat kedua diraih oleh Pride 2017, sedangkan Ide IoT menduduki peringkat ketiga. Melalui dana hibah oleh ADB, dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa PENS khusunya tim yang didanai oleh PENS Sky untuk terus berinovasi. (zya)





Komentar

    Nama
    Email
    Komentar

    3 + 9 =