Tingkatkan Mutu Pendidikan Politeknik, PENS Menerima Kunjungan Presiden ADB


Diterbitkan 10 bulan 2 minggu yang lalu


Tingkatkan Mutu Pendidikan Politeknik, PENS Menerima Kunjungan Presiden ADB
Photo By : ENT

EEPIS-Online. Hari ini, (2/2), Presiden Asian Development Bank (ADB), Takehiko Nakao, melakukan kunjungan di kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Kunjungan ini dimaksudkan untuk membahas salah satu proyek ADB di Indonesia, yakni Polytechnic Education Development Project (PEDP). Salah satu agenda dari kunjungan Presiden Nakao adalah melakukan presentasi dan diskusi bersama jajaran petinggi institusi pendidikan mengenai PEDP. Agenda presentasi dan diskusi ini bertempat di Gedung Pascasarjana PENS.

PEDP merupakan proyek yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan Politeknik di Indonesia. Dengan memberikan bantuan berupa dana pengembangan mutu baik kepada Politeknik Negeri maupun Politeknik Swasta. Pemberian dana tersebut melalui kompetisi Program Hibah Kompetisi Pengembangan Mutu Pendidikan Politeknik (PHK-PMPP). Sehingga dalam agenda presentasi, Dr. Zainal Arief, ST., MT., selaku Direktur PENS, menyampaikan mengenai fase pengembangan pendidikan di PENS serta berbagai produk inovatif dalam kolaborasi dengan industri atau institusi.

“Beberapa upaya agar PENS dapat dikenal dalam tingkat Internasional, diantaranya kami melakukan pertukaran pelajaran, pengembangan kapasitas serta ekspansi kerja sama,” tuturnya dalam penyampaian materi presentasi.

Prof. Intan Ahmad, Ph.D, yang merupakan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Dirjen Belmawa Kemenristekdikti) juga turut mendampingi kunjungan ini. Selain itu, hadir pula para Direktur dari beberapa Politeknik, yaitu Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Politeknik Negeri Malang (Polinema), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan Politeknik Negeri Jember (Polije). Kehadiran tersebut tentunya berkesinambung dengan adanya agenda diskusi mengenai peningkatan relevansi yang sesuai dengan kebutuhan industri serta pengembangan kerja sama dengan industri.

Selama berlangsungnya presentasi dan diskusi juga disisipi sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah tentang bagaimana PENS memilih siswanya oleh Presiden Nakao. Presiden ADB yang sudah berkiprah sejak tahun 2013 ini juga memaparkan inovasi yang dimiliki PENS sudah cukup baik.

“PENS memiliki penanaman modal teknologi yang cukup baik. Saya rasa PENS mampu untuk bersaing secara Internasional. Hal ini mengacu kepada kompetisi robot yang pernah diikuti oleh mahasiswa PENS seperti yang dipaparkan pada diskusi tadi,” ungkap Presiden ADB ke-sembilan ini.

Agenda presentasi dan diskusi dalam kunjungan ini ditutup dengan penyerahan buku sejarah PENS edisi pertama kepada Presiden Nakao dan Prof. Intan Ahmad, Ph.D. Serta diadakan sesi foto bersama di depan Gedung Pascasarjana PENS. Kemudian acara dilanjut dengan kunjungan ke laboratorium dan Pusat Unggulan Teknologi (PUT) yang ada di PENS. (fre)




Komentar

    Nama
    Email
    Komentar

    1 + 3 =