EEPIS Online – Politeknik
Elektronika Negeri Surabaya mengawali tahun 2015 dengan potret baru di berbagai sisi. Beberapa fasilitas baru disediakan untuk menunjang kenyamanan
mahasiswa dalam menuntut ilmu. Seperti tersedianya taman yang mengelilingi
kampus PENS dan juga amphitheater yang terletak didepan lapangan futsal. “Konsep
tahun ini kampus akan disulap menjadi lebih
cling,” ungkap Sutikno selaku sekretaris Unit Pelayanan dan Pengadaan
PENS.

Sebuah tugu setinggi ± 3
meter berdiri tegak tepat di tengah taman yang berada pada area depan kampus. Taman
yang didesain mengelilingi kampus PENS ini telah dirancang selama satu tahun. Dalam perealisasiannya memakan waktu ± 4 bulan.
Didekat pintu masuk taman terdapat pula sebuah jembatan yang dibangun untuk
menghubungkan taman dengan area parkir.

Konsep pembangunnya sendiri
menekankan unsur hijau dan rindang untuk mengganti kesan tak terawat. Karena
itu tak heran jika sebanyak 40.000 tanaman hias dan 201 pohon sengaja ditanam
untuk menyulap wajah baru kampus berusia 26 tahun
tersebut. Uniknya ditaman ini sengaja ditanam 11 batang pohon pule yang
rumornya  merupakan tanaman favorit walikota Surabaya, Ir. Tri
Rismaharini, M.T.

Tidak hanya itu, sebuah
amphitheater dengan tiga tingkat
dibangun tepat didepan lapangan futsal yang terletak disamping gedung D4 PENS.
Amphitheater berbentuk setengah lingkaran ini berkapasitas ±200 orang. “Pembangunanya memang kita tujukan sebagai lokasi
bagi
supporter yang sedang menonton
pertandingan (futsal) biar ada tempat duduknya, biar lebih nyaman juga,” terang Arifin ST,
MT selaku Kepala Pusat Pemeliharaan dan Pengadaan.

Program perbaikan dan
pemeliharaan
landscape kampus ini
merupakan kali kedua sejak tahun 2013. Luas tanah yang hendak dirombak pada
tahun 2015 ini sekitar 4367 m².
Rencananya dipertengahan tahun akan dibangun beberapa gazebo
yang akan diletakkan di area samping kantin dan di tengah taman kawasan Gedung Energi. Dana pembangunan hingga saat ini berkisar± 2
miliar rupiah. Dana tersebut berasal dari dana pemeliharaan gedung pemerintah
kota Surabaya.

“Taman kita bangun sebagai
area refreshing untuk mahasiswa. Jadi ada tempat khusus untuk melepaskan penat atau mungkin capek setelah mereka
belajar dan mengerjakan tugas. Biar lebih semangat juga dalam berkarya,” ungkap dosen
prodi Telekomunikasi tersebut.

Tidak hanya
taman, beberapa renovasi pembangunan juga dilakukan seperti adanya ruang makan
khusus dosen dan karyawan di pojok kantin. Tempat yang awalnya dikenal sebagai
taman wifi rencananya juga akan dibuat toko dan gudang untuk merapikan tatanan
stan makanan dan barang-barang.
(zya/nan)


wpChatIcon
EnglishIndonesian