Agus Priyadi, Dari Gambar Ke Psikologi


Diterbitkan 2 tahun yang lalu


EEPIS-Online (7/10), Life Management Training angkatan satu telah selesai dilaksanakan di UBAYA Training Centre, Trawas, Mojokerto. LMT ini merupakan program pelatihan pengelolaan/manajemen diri yang diadakan oleh PENS bekerjasama dengan Abhritaya Jaya Indonesia.

Agus_Trainer_LMT.jpgTahun ini merupakan kali kedua diadakan program ini untuk mahasiswa, setelah tahun sebelumnya juga diadakan acara serupa di PENS. Selama tiga hari peserta dibekali berbagai ilmu pengetahuan mengenai manajemen diri yang baik. Selain itu peserta juga diajarkan untuk mengetahui dan mengoptimalkan potensi diri melalui berbagai simulasi nyata seperti games. Dibalik pelatihan ini terdapat sosok inspirator yang membuat suasana pelatihan terasa bermakna serta memberikan motivasi dan semangat kepada para mahasiswa. Ia adalah Agus Priyadi, M.Psi, Psikologi.

Pria kelahiran Singkawang Kalbar ini merupakan konsultan/trainer pengembangan SDM, beliau juga berprofesi sebagai dosen Psikologi di UBAYA. Agus, sapaan akrabnya, menyelesaikan studi magisternya sebagai pendidikan profesi psikologinya di UGM. Setelah menamatkan S1 Psikologi di Universitas Islam Indonesia. Dirinya mengaku "jatuh cinta" dengan dunia Psikologi, sejak adanya psikotes waktu SMA. Kala itu pria beranak tiga ini sedang melalui tahap tes gambar. Dirinya tidak menyangka bahwa gambar hasil tesnya tersebut mendeskripsikan banyak hal mengenai kepribadiannya.


Arti Sukses Menurut Agus

Pria kelahiran 27 Agustus 1979 ini melihat arti sebuah kesuksesan dari sudut pandang yang berbeda. Arti sukses menurut Agus ada empat. Yang pertama, ketika kita dapat mengoptimalkan potensi dalam diri, sehingga dapat dapat berkarya dengan maksimal. Kedua, turut berperan dalam membentuk kesuksesan orang lain atau dengan kata lain dapat menginspirasi orang lain. Ketiga, membuat karya yang dapat bertahan lama serta memberi manfaat untuk banyak orang disetiap generasi. Terakhir, menjadi orang yang berguna untuk lingkungan dan orang disekitarnya. Ibarat hak paten, pria ini sangat tegas sekali menyatakan arti sukses baginya itu.

Lihat Sisi Positif Diri

"Succes is a habits", tema LMT 2012 kali ini terinspirasi dari kebiasaan tokoh-tokoh inspirator agus, seperti Marwah Daud, Ki Seno Hadi Sumitro, Sumaryono dan Istri, Dahlan Iskan, Chaerul Tanjung. Menurutnya tokoh-tokoh inspiratif tersebut memiliki kebiasaan positif yang ditanamkan sejak kecil sehingga membawa mereka pada pintu kesuksesan. Melihat diri secara positif, inisiatif, optimis, kerjasama, menghargai orang lain dan bijaksana terhadap waktu merupakan beberapa kebiasaan positif yang harus ditanamkan sejak dini. Pembentukan pribadi dan jati diri sejatinya memang tidak bisa dilakukan secara instan. Semua membutuhkan waktu dan proses yang cukup panjang. Sebab itulah pria supel ini menyimpulkan bahwa kesuksesan berawal dari kebiasaan positif pada diri manusia itu sendiri. Masalah hidup, tantangan, hambatan merupakan sebuah proses yang harus dihadapi serta dicari solusinya, agar kita dapat menjadi pribadi yang tangguh, gigih dan tahan banting.

Dream, Believe and Make It Happen! kekompakan_LMT.JPG

Diharapkan setelah mengikuti LMT ini mahasiswa dapat memiliki Proses manajemen diri yang lebih baik dan memiliki pandangan jauh kedepan (visioner). Dapat menemukan Tujuan akhir kita dalam hidup, dengan hal itu kita dapat lebih memiliki motivasi dan semangat kuat untuk mewujudkan mimpi/cita-cita kita tersebut. "Mewujudkan mimpi diawali dari tujuan akhir kita. Mimpi, percaya, dan buat itu menjadi nyata!," tutur lelaki kelahiran Singkawang ini. Jangan sekali-kali meremehkan impian atau keinginan kita, karena ketika kita bekerja keras dan bersungguh-sungguh untuk mewujudkan itu, hal yang mustahil/ tidak mungkin pun dapat terjadi. Seperti kisah Astronot pertama yang menginjakkan kaki ke bulan, Neil Amstrong, Astronot berkebangsaan amerika ini sejak kecil memiliki cita-cita untuk pergi ke bulan dan dengan kerja keras dan kuasa Tuhan, keinginan kecilnya tersebut dapat terwujud.

Melalui LMT 3 selama 3 hari ini dilakukan berbagai macam simulasi-Games proses manajemen diri dalam menghadapi tantangan dan hambatan hidup dan mencari solusinya. Mahasiswa dilatih untuk bagaimana menjadi orang yang berpikir positif, adaptif, bagaimana membangun sebuah kepercayaan dan kerjasama dengan orang lain, Proaktif-memiliki inisiatif untuk maju dan berkembang, serta bagaimana mengenali potensi diri sehingga dapat mengoptimalkan potensi tersebut untuk menumbuhkan pribadi yang efektif dan unggul. "Membuat mereka tersadar dengan apa yang mereka lakukan sekarang, dan mengajak mereka untuk bangkit dan menemukan sumber motivasi mereka," tutur Agus.

Pengkaderan Itu Penting

Menyikapi soal pengkaderan, menurut Agus teknik pengkaderan militan, yang identik dengan pressing, memiliki nilai positif dan negatif. Hal postifinya dapat membentuk pribadi bermental baja serta survive dalam berbagai kondisi. Tentunya hal tersebut akan meninggalkan sisi negatif berupa rasa dendam. Proses pembentukan karakter menurut kebutuhan dunia kerja saat ini sudah berbeda dengan jaman dulu. Saat ini banyak perusahaan yang melakukan pengembangan SDM dengan gaya humanis. Dimana gaya humanis ini erat kaitannya dengan kasih sayang dan kelembutan. Humanis ini sangat menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.(rar/aik/ryo/sat)




Komentar

    Nama
    Email
    Komentar

    6 + 4 =